Rabu, 19 Januari 2011

INDONESIA BUAT BOM SUKHOI

Industri pertahanan Indonesia sudah siap membuat bom untuk pesawat Sukhoi dan pesawat standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bom kaliber 100 kilogram bernama P100 itu telah dibuat Dinas Penelitian dan Pengembangan Markas Besar TNI Angkatan Udara.


“Kualitasnya bagus. Hanya, kapasitas produksinya masih kecil karena permintaan TNI terbatas,“ ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departeman Pertahanan Lilik Hendrajaya kepada Tempo di Jakarta kemarin.


Indonesia kini telah memiliki empat pesawat Sukhoi. Tapi, sejak dibeli pada 2003, pesawat bikinan Rusia itu tak pernah dipersenjatai. Alasan utamanya adalah keterbatasan anggaran.


Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Djoko Suyanto memastikan pihaknya akan segera membeli persenjataan bagi Sukhoi, dari Rusia.�?Namun, jika ada produksi dalam negeri yang kualitasnya bagus, pasti kami beli,�?ucapnya menjanjikan.


Bom Sukhoi made in Indonesia telah dibuat pada 2005, hasil kerja sama TNI Angkatan Udara dengan CV Sari Bahari dari Malang, Jawa Timur. Menurut Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama J. Subagyo, uji coba sudah dilakukan awal bulan ini.


Subagyo menjamin kualitas bom ini bagus, Namun pihaknya tak bisa memproduksi dalam jumlah besar karena membutuhkan dana yang besar. Tapi,�?Yang penting adalah (apakah ada) good will (niat baik) untuk menggunakan produksi dalam negeri,�? ujarnya berharap.


Lilik sependapat dengan Subagyo. Bom P100 memang belum memakai kendali. Namun, Lilik yakin kesulitan itu bisa diatasi karena TNI Angkatan Udara sudah memiliki pengetahuan untuk membuat bom yang menggunakan kendali.


Bom tersebut memiliki panjang 1.130 milimeter, berat 100-125 kilogram, dan diameter 273 milimeter. Bom itu dibuat dari bahan besi nodular untuk bodi, baja VCN 15 untuk suslug (Cantelan untuk dipasang di pesawat), dan ST-37 untuk bagian ekor, yang panjangnya 410 milimeter.


Masih soal persenjataan bagi TNI, kemarin Departemen Pertahanan mendapat tawaran itu disampaikan oleh Duta Besar Belanda Dr. Nikolaos van Dam kepada menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. PT. PAL yang kemungkinan akan memproduksi.



http://www.indoflyer.net/images/content/photos/fullsize/001/1DBCF5D17DB388F41A37D592BFC0FED5.JPG

http://www.aviationcorner.net/public/photos/6/1/avc_00019561.jpg



TAMBAHAN


Termasuk dalam daftar beli indonesia pada rusia adalah 20 Su-30MK2, sejumlah pesawat latih Yak-130, empat kapal selam Proyek 636 Kelas-Kilo dan dua kapal selam Proyek Amur-1650, 10 helikopter angkut militer Mi-17, lima heli penyerang Mi-35M, 20 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, sejumlah korvet dan kapal lain, serta sistem pertahanan udara yang total bernilai miliar dollar AS.


Dalam implementasinya, seperti disampaikan ketika Presiden Vladimir Putin berkunjung ke Indonesia September silam, kredit yang ditawarkan sebesar 1 miliar dollar AS kemudian dicairkan dalam dua tahap, masing- masing 500 juta dollar AS.


Dari pencairan tahap pertama, antara 250 juta dollar sampai 300 juta dollar, digunakan untuk penambahan enam Sukhoi—tiga Su-27SKM dan tiga Su-30MK2. Keenam jet ini diberitakan akan diserahkan antara tahun 2008 dan tahun 2010.


TNI AU berencana membentuk dua skadron Sukhoi —total 24 pesawat—pada tahun 2010 nanti.

Inilah pesawat tempur indonesia terbaru !!!

SUKHOI SU-27SKM

Design: OKB Pavel O. Sukhoi, Moscow
Production: KNAAPO-works, Komsomolsk on the Amour
Wingspan: 14.70m
Length: 21.93m
Height: 5,93
Wing area: 46.50m²
Maximum speed at height: mach 2.35 / at sea level: mach 1.1
Service ceiling: 18,000m
Combat radius: 1,500km
Range with max fuel: 4,500km
Armament: one 30mm GSh-301 cannon and up to 6,000kgs of bombs and missiles including AA-10 and AA-11 air-to-air missiles
Engines: two 79,43kN thrust (122,6kN with afterburner) NPO Saturn (Lyulka) AL-31F



http://www.zacharz.com/lebourget/su27/001.jpg




SU-27SK basic specifications
Engines type 2 х AL-31F
Thrust, kgf 2 х 12500
Length, m 21.9
Wing span, m 14.7
Height, m 5.9
Max takeoff weight, kg
33000
Max payload, kg
8000

Max internal fuel capacity, kg
9400
Max sea-level speed, km/h 1400
Max Mach number 2.15
Service ceiling, m 17750
Max g-load
9
Flight range at the cruising altitude, km: 3530
Run with the normal takeoff weight, m 450
Roll with the drag chute deployed, m 700

Ranpur V-150 TNI-AD

Salah satu Ranpur TNI-AD yang banyak menemani TNI diberbagai medan operasi adalah Panser Cadillac V-150. Sejak konflik-konflik atau operasi di tahun 70-an hingga mengikuti Pasukan Garuda, panser V150 ini tetap setia menemani.

Panser yang memiliki kemampuan amphibi ini aslinya dibuat oleh Cadillac Gage Company, Amerika Serikat. Di disain sejak awal 60-an dengan nama "Commando" (Cadillac Gage Commando), panser ini terus dikembangkan hingga akhirnya digantikan oleh M1117 Armored Security Vehicle.

Cadillac V-150 memiliki beberapa varian yang disesuaikan sesuai kebutuhan seperti sebagai ranpur pengangkut personil (armored personnel carrier), ambulance, anti tank, atau mortar carrier.
Mengambil desain asal dari Cadillac V-100, panser V-150 seperti yang dimiliki TNI-AD ini merupakan varian hibrid, atau varian pengembangan antara V100 dan V200. Dimana beberapa fitur baru V200 sudah ada, tapi fitur lama V100-nya juga belum ditinggalkan penuh.
Indonesia yang mulai menggunakan ranpur ini sejak awal 70-an. Versi yang dimiliki oleh Indonesia adalah Cadillac Gage Commando V-100 dan V-150.
Saat ini, sekitar 60-an ranpur V-100 dan 60-an ranpur V-150 menjadi andalan Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus Kodam Jaya (YonKav 7/Sersus).
Selain Indonesia, panser ini juga digunakan oleh Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapore, Philippine, dan masih banyak lagi.
Spesifikasi Umum Cadillac V-150
Berat: 9,888 kg.
Panjang: 5.69 m
Lebar: 2.26 m
Tinggi: 2.54 m (turret), 1.98 m (badan)
Personil: 3 + 2
Persenjataan : 1 x 20 mm, 2 x 7.62 mm Machinegun
Mesin: V-504 V8 diesel turbo charged engine 202 bhp
Jangkauan Operasi: 643 km
Kecepatan: 88 km/jam (dataran), 5 km/jam, (air)

Merakit Model Kit Cadillac V-150

Untuk merakit model kit V-150 ini memang tidak ada yang sama persis dengan yang dipakai oleh tentara kita. Untuk serinya, silahkan pilih varian yang diinginkan, dan lihat-lihat armor model kit seri M706, seri V-150, atau LAV-150 yang semuanya skala 1:35 keluaran fabrikan Hobby Boss.

Gw sendiri tertarik versi intainya, dan kebetulan Hobby Boss seri M706 Armored Car in Vietnam skala 1:35 sudah menunggu untuk dirakit. Agak ragu sebenarnya melihat gambar boks-nya yang berbeda pada senjata dan tidak ada senapan mesinnya di bagian belakang.
Eitsss.. ternyata Hobby Boss emang baek. Walaupun di manualnya tidak terlihat ada, ternyata di unused part-nya ada bagian-bagian yang bisa dipakai di M706 ini agar jadi V-150 versi TNI-AD.
Secara sepintas (ma'ab gw bukan pakar ginian, cuman liat putu doank). Aslinya V-150 TNI-AD (atau V-100) memiliki perbedaan pada kaca kiri depan (ruang kemudi??), laras senapan (karena kebetulan yg gw incer versi intai), dan lampu diatas turret serta senapan mesin dan turret belakang.

Kecuali lampu dan bagian kaca kiri depan, semua tersedia dan bisa dimanfaatkan dari kit ini.
Lampu turret gw comot dari kit lain, dan bagian kaca kiri depan 'maksa' dibuat pakai Tamiya Plaplate.
Untuk warna, gw coba warna lain (entah makin mirip atau endak), yakni; Flat Green (hijau), Flat Earth (coklat), Semi Gloss Black (Hitam), dan Campuran Deck Tan dengan Hijau untuk Hijau/Coklat Muda-nya.
Sepintas hasil pembuatan model kitnya..